Dituduh Kibarkan Bendera Hizbullah, Rapper Irlandia dari Kneecap Terancam Penjara di Inggris -->

Header Menu


Dituduh Kibarkan Bendera Hizbullah, Rapper Irlandia dari Kneecap Terancam Penjara di Inggris

Hilma Putri Pratama
Jumat, 23 Mei 2025


Sterilnews.com -, Jakarta — Personel grup rap kontroversial asal Irlandia, Kneecap, yakni Liam Óg Ó Hannaidh atau yang dikenal dengan nama panggung Mo Chara, resmi didakwa atas dugaan tindak pidana terorisme oleh otoritas Inggris. Ia dituduh mengibarkan bendera Hizbullah saat tampil dalam konser di London Utara pada 21 November 2024.


Pihak Kepolisian Metropolitan Inggris menyatakan bahwa tindakan Hannaidh melanggar hukum Inggris, di mana Hizbullah telah ditetapkan sebagai organisasi terlarang. Dukungan publik terhadap kelompok tersebut, termasuk mengibarkan simbolnya, merupakan tindakan yang tergolong pidana.


Surat dakwaan telah dikirimkan kepada Mo Chara melalui pos, dan ia dijadwalkan untuk hadir di sidang yang akan digelar di Pengadilan Westminster Magistrates pada 18 Juni 2025.


Tuduhan Politik atau Kriminalisasi?

Menanggapi tuduhan tersebut, grup Kneecap dengan tegas membantah dakwaan terhadap Mo Chara. Dalam pernyataan di media sosial, mereka menyebut kasus ini sebagai "kepolisian politik" dan mengalihkan perhatian dari krisis kemanusiaan yang sedang berlangsung di Gaza.


“Kami menyangkal 'dakwaan' itu dan akan membela diri dengan keras. 14 ribu bayi hampir meninggal karena kelaparan di Gaza, tapi pemerintah Inggris malah mengurusi kami,” ujar Kneecap.

 

Grup tersebut juga menegaskan sikap mereka dalam mendukung Palestina, menyatakan bahwa mereka berada di "sisi sejarah yang benar" dan berjanji akan "melawan di pengadilan".


Pernyataan ini memicu reaksi beragam di publik Inggris, terutama karena sebelumnya muncul video kontroversial yang menunjukkan personel Kneecap menyerukan dukungan terhadap Hamas dan Hizbullah, serta menyuarakan kebencian terhadap anggota parlemen Inggris. Meski video itu telah viral, pihak Kneecap mengeklaim potongan tersebut diambil di luar konteks dan menyangkal adanya dukungan terhadap organisasi teror.


Kontroversi Beruntun: Dari Coachella ke Pengadilan

Kasus ini memperpanjang deretan kontroversi politis yang melibatkan Kneecap. Grup yang dikenal dengan lirik berbahasa Irlandia dan narasi perlawanan terhadap kolonialisme ini telah menuai sorotan sejak April 2025, ketika mereka menyuarakan protes terhadap perang di Gaza dalam penampilan mereka di Coachella.


Aksi tersebut menyebabkan pembatalan konser mereka di Jerman dan akhirnya membuat mereka berpisah dari agensi Independent Artist Group, menurut laporan The Hollywood Reporter.


Meski demikian, ketenaran Kneecap juga semakin melejit lewat film biografi mereka yang memenangkan penghargaan BAFTA untuk debut terbaik. Film tersebut bahkan dibintangi aktor kenamaan Michael Fassbender.


Kneecap saat ini masih dijadwalkan menjadi headline utama Festival Wide Awake di London Selatan pada Jumat (23/5). Namun, masa depan mereka di industri musik Inggris kini berada di bawah bayang-bayang hukum dan tekanan politik.


Tag Terpopuler