Sterilnews -, Jakarta – Nilai tukar rupiah kembali melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Jumat pagi (9/5/2025). Ketidakpastian pasar global, terutama terkait perkembangan kerangka kesepakatan dagang antara AS dan Inggris, menjadi faktor utama yang menekan kurs mata uang Garuda.
Berdasarkan data Bloomberg pada pukul 09.10 WIB di pasar spot, rupiah turun 59,5 poin atau 0,36% ke posisi Rp 16.561,5 per dolar AS. Padahal, sehari sebelumnya (Kamis, 8/5), rupiah sempat menguat 34 poin ke level Rp 16.502 per dolar AS.
Penguatan dolar AS didukung oleh kenaikan indeks dolar sebesar 0,14 poin ke posisi 100,77 dan lonjakan imbal hasil obligasi AS tenor 10 tahun sebesar 7 basis poin menjadi 4,37%.
Di sisi lain, mata uang Asia tampak bergerak konsolidatif di awal sesi perdagangan. Investor tengah mencermati arah kebijakan dan implikasi dari kesepakatan dagang baru antara AS dan Inggris yang diumumkan semalam.
“Reaksi awal pasar terhadap kerangka kerja ini memang positif, tapi antusiasme mulai menurun. Banyak isu penting yang belum terselesaikan,” ujar Tapas Strickland, Kepala Ekonom Pasar National Australia Bank.
Ia juga mencatat bahwa kesepakatan tersebut muncul di tengah situasi di mana AS telah memiliki surplus perdagangan barang dengan Inggris, membuat dampak praktis dari perjanjian ini belum sepenuhnya terlihat.

