STERILNEWS.COM -, BOGOR – Hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Bogor kembali menelan korban jiwa. Seorang pria lanjut usia (lansia) bernama Dani (80) dilaporkan meninggal dunia setelah terseret arus deras Sungai Cilember, Desa Megamendung, Kecamatan Megamendung, Kabupaten Bogor, pada Senin sore, 4 Agustus 2025.
Peristiwa nahas itu terjadi sekitar pukul 16.00 WIB saat cuaca ekstrem tengah melanda kawasan tersebut. Menurut keterangan keluarga dan sejumlah saksi mata, korban semula tengah dievakuasi oleh warga sekitar dari rumahnya yang terancam longsor akibat hujan lebat yang berlangsung sejak siang hari.
"Korban sedang dibantu evakuasi oleh warga, karena keadaan hujan deras dan dikhawatirkan rumah korban bisa longsor," kata Ali, kerabat korban, saat dikonfirmasi RADAR BOGOR, Senin malam.
Tergelincir Saat Turun Tangga, Langsung Terbawa Arus
Menurut penuturan Ali, saat hendak turun dari rumah melewati anak tangga kecil tak jauh dari halaman rumahnya, Dani diduga terpeleset. Malangnya, anak tangga tersebut berada dekat dengan bibir Sungai Cilember yang tengah meluap karena hujan deras.
Akibat terpeleset itu, tubuh korban langsung terjatuh ke sungai dan terbawa arus deras yang sangat kuat. Kejadian berlangsung cepat dan mengejutkan warga yang saat itu tengah berusaha membantu proses evakuasi.
"Saat sedang turun tangga, mungkin karena licin, beliau terpeleset. Langsung jatuh ke sungai dan terseret derasnya arus. Kami semua kaget," tutur Ali, masih dengan nada sedih.
Proses Pencarian Oleh Warga
Begitu mengetahui korban hanyut terbawa arus, warga sekitar secara spontan melakukan upaya pencarian. Hujan deras dan medan yang licin menjadi tantangan tersendiri dalam proses pencarian ini. Namun, karena lokasi jatuhnya korban masih cukup dekat dari permukiman, proses pencarian tidak berlangsung lama.
"Sekitar 20 menit kemudian, korban ditemukan di aliran Sungai Ciesek yang masih satu jalur dengan Sungai Cilember. Saat ditemukan, kondisi korban sudah tidak bernyawa," kata seorang warga yang ikut dalam evakuasi.
Korban ditemukan sekitar 200 meter dari lokasi awal tergelincir. Tim evakuasi dibantu warga setempat kemudian segera mengevakuasi jasad korban dari sungai.
Dievakuasi ke RSUD Ciawi
Setelah berhasil dievakuasi, jasad korban langsung dibawa menggunakan mobil ambulans ke RSUD Idham Chalid Ciawi untuk pemeriksaan lebih lanjut sebelum diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan.
Menurut informasi yang dihimpun, korban dikenal sebagai sosok yang baik dan bersahaja di lingkungan sekitar. Kepergiannya dalam insiden tragis ini membuat warga Megamendung merasa kehilangan mendalam.
"Pak Dani itu orangnya ramah, sering bantu warga. Kami semua sedih. Ini juga jadi peringatan buat kita semua untuk lebih hati-hati saat hujan besar, apalagi yang tinggal dekat sungai," ujar Rina, tetangga korban.
Kondisi Cuaca dan Risiko Bencana di Bogor
Insiden ini menambah panjang daftar korban jiwa akibat cuaca ekstrem di Kabupaten Bogor sepanjang tahun 2025. Wilayah Megamendung yang merupakan daerah pegunungan memang kerap menjadi salah satu titik rawan bencana saat musim hujan, terutama banjir bandang, longsor, dan luapan sungai.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor dalam beberapa bulan terakhir terus mengimbau warga untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama yang tinggal di dekat lereng bukit atau bantaran sungai.
Sementara itu, Satgas Bencana Kecamatan Megamendung telah menyiapkan beberapa titik pengungsian sementara dan rencana evakuasi apabila terjadi cuaca ekstrem susulan.
"Kami terus monitor kondisi lapangan dan cuaca. Semua pihak diminta waspada. Jika perlu mengungsi, sebaiknya jangan ditunda," kata Kepala BPBD Kabupaten Bogor, Dede Armansyah, saat dikonfirmasi terpisah.
Imbauan untuk Warga
BPBD dan aparat desa setempat juga mengimbau agar warga tidak beraktivitas terlalu dekat dengan aliran sungai saat hujan deras turun, terutama lansia dan anak-anak. Warga juga diminta untuk mengamankan akses evakuasi dan menjaga komunikasi aktif dengan RT/RW serta petugas kelurahan.
"Keselamatan adalah yang utama. Bila ada tanda-tanda bahaya seperti air sungai meluap, retakan tanah, atau longsor kecil, segera lapor. Jangan tunggu situasi memburuk," ujar Dede.
Kejadian yang menimpa Pak Dani di Megamendung menjadi pengingat keras bahwa bencana bisa datang kapan saja, terlebih di tengah cuaca ekstrem yang tidak menentu.

