STERILNEWS.COM -, BOGOR — Persaingan menuju Musyawarah Kabupaten (MUKAB) IX Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kabupaten Bogor semakin menghangat. Menjelang pelaksanaan yang dijadwalkan pada 7 September 2026, dukungan terhadap Ridwan Rusliadi, SE., MH., atau yang lebih dikenal dengan sapaan Brehom, disebut terus mengalir dari berbagai kalangan dunia usaha.
Bukan sekadar dukungan secara informal, sejumlah pelaku usaha, baik perorangan maupun perseroan, disebut telah menyatakan sikap secara resmi dengan menyerahkan surat pernyataan dukungan kepada tim pemenangan Ridwan Rusliadi.
Fenomena tersebut menjadi salah satu indikator yang diklaim tim Brehom sebagai menguatnya konsolidasi menuju perebutan kursi Ketua Kadin Kabupaten Bogor periode 2026–2031.
Dukungan yang datang dari berbagai latar belakang dunia usaha tersebut sekaligus memperlihatkan bahwa kontestasi MUKAB IX tidak hanya menjadi pertarungan antarfigur, tetapi juga menjadi momentum bagi para pelaku usaha untuk menentukan arah kepemimpinan organisasi dunia usaha di Kabupaten Bogor.
Ketua Tim Pemenangan Brehom, Juju Junaedi, yang juga merupakan Ketua PHRI Kabupaten Bogor, mengatakan pihaknya menyambut positif bertambahnya dukungan tersebut.
Menurut Juju, para pendukung datang dengan kesadaran sendiri untuk menyatakan sikap dan memberikan dukungan kepada Ridwan Rusliadi.
“Mereka datang langsung dan menyatakan sikap serta memberikan dukungan kepada Ridwan Rusliadi, SE., MH. sebagai calon Ketua Kadin Kabupaten Bogor periode 2026–2031,” ujar Juju.
Juju menilai situasi perekonomian dan tantangan dunia usaha saat ini membutuhkan sosok pemimpin yang tidak hanya memahami organisasi, tetapi juga memiliki keberanian dalam mengambil keputusan.
Ia menekankan pentingnya kepemimpinan Kadin yang mampu berdiri independen dan tidak mudah ditarik ke dalam kepentingan pribadi maupun kelompok tertentu.
“Saya yakin dalam kondisi seperti ini kita membutuhkan pemimpin yang tegas dan berani, serta tidak ditunggangi kepentingan pribadi ataupun kelompok tertentu,” tegasnya.
Menurut Juju, Ridwan Rusliadi dinilai memiliki pengalaman dan karakter yang sesuai dengan kebutuhan tersebut.
“Kami menilai Ridwan Brehom adalah orang yang tepat untuk membangun Kabupaten Bogor melalui penguatan dunia usaha,” katanya.
Juju berharap Kadin Kabupaten Bogor ke depan mampu memainkan peran yang jauh lebih besar dalam menggerakkan roda perekonomian daerah.
Menurutnya, Kadin harus menjadi ruang bersama bagi pengusaha sekaligus jembatan yang mampu mempertemukan kepentingan dunia usaha dengan pemerintah dan masyarakat.
Penguatan sektor UMKM, perluasan jaringan bisnis, peningkatan investasi serta pembukaan akses pasar menjadi sejumlah agenda yang dinilai penting untuk didorong.
“Kadin harus mampu memajukan usaha di berbagai bidang dan sektor perekonomian. UMKM harus diberikan ruang untuk berkembang, jaringan usaha diperluas, dan investor dari luar harus semakin tertarik masuk ke Kabupaten Bogor,” ungkapnya.
Ia menilai Kabupaten Bogor memiliki potensi ekonomi yang besar. Dengan basis industri, perdagangan, jasa, pariwisata, UMKM dan berbagai sektor lainnya, daerah tersebut dinilai memiliki peluang untuk menjadi salah satu kekuatan ekonomi utama di Jawa Barat.
Karena itu, menurut Juju, organisasi dunia usaha harus memiliki kepemimpinan yang mampu melihat peluang tersebut secara lebih luas.
Salah satu alasan yang disebut menjadi pertimbangan pendukung adalah latar belakang Ridwan Rusliadi sebagai pelaku usaha.
Brehom diketahui memiliki pengalaman di bidang ekspor-impor serta berbagai aktivitas bisnis di dalam dan luar negeri.
Tim pemenangan menilai pengalaman tersebut dapat menjadi modal untuk membangun jaringan bisnis dan investasi yang lebih luas bagi Kabupaten Bogor.
Juju juga menyoroti bahwa latar belakang bisnis Ridwan disebut tidak bergantung pada proyek-proyek yang bersumber dari APBD.
Menurutnya, pengalaman tersebut menjadi nilai tambah untuk mendorong Kadin agar lebih fokus membangun kekuatan ekonomi yang bersumber dari aktivitas dunia usaha itu sendiri.
“Latar belakang usaha beliau di bidang ekspor-impor dan berbagai bisnis di dalam maupun luar negeri menjadi salah satu modal penting. Artinya, orientasi kita adalah bagaimana dunia usaha dapat berkembang secara mandiri dan berkelanjutan,” ujarnya.
Sementara itu, Ridwan Rusliadi yang saat ini tengah berada di luar kota menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah memberikan kepercayaan dan dukungan kepadanya.
Brehom menyadari bahwa semakin besarnya dukungan yang diterima justru membawa konsekuensi tanggung jawab yang lebih besar.
Ia berharap dukungan tersebut tidak berhenti pada momentum MUKAB, tetapi menjadi energi untuk membangun Kadin Kabupaten Bogor apabila dirinya mendapatkan amanah memimpin organisasi tersebut.
Brehom juga menyampaikan terima kasih kepada para pelaku usaha dan rekan-rekan yang telah memberikan dukungan.
Menurutnya, kepercayaan tersebut harus dijawab dengan kerja nyata dan komitmen untuk membawa Kadin menjadi organisasi yang semakin bermanfaat bagi dunia usaha.
Ia berharap seluruh tahapan menuju MUKAB IX berjalan dengan baik hingga agenda pemilihan yang direncanakan pada 7 September 2026.
Di tengah semakin panasnya dinamika MUKAB IX, tim pemenangan Brehom juga mulai mempersiapkan konsolidasi internal.
Ketua Koordinator Tim Pemenangan Ridwan Rusliadi, Budi Haryadi, S.Sos., M.IP. atau Budi Aboey, mengatakan pihaknya akan segera menggelar rapat koordinasi bersama para koordinator tim.
“Insyaallah dalam waktu dekat kami akan melaksanakan rapat koordinasi dengan para koordinator tim pemenangan,” ujar Budi.
Menurut Budi, rapat koordinasi akan dilakukan setelah proses verifikasi dan penetapan calon peserta MUKAB selesai.
Rencananya, konsolidasi tersebut akan digelar di salah satu hotel di kawasan Cisarua, Kabupaten Bogor.
Bukan sekadar rapat teknis, pertemuan tersebut disebut menjadi momentum untuk memperkuat soliditas seluruh jajaran tim sekaligus menyatukan langkah menghadapi tahapan kontestasi.
“Rapat koordinasi ini bertujuan untuk memperkuat tim, memberikan aura positif kepada masing-masing tim, sekaligus memberikan motivasi agar semuanya lebih semangat,” katanya.
Budi juga memberikan respons terhadap dinamika mengenai jumlah peserta dan dukungan terhadap kandidat lainnya.
Ia menegaskan tim Brehom tidak ingin terjebak dalam perang klaim.
Menurutnya, setiap kandidat memiliki strategi masing-masing dan dinamika seperti itu merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari sebuah kontestasi.
“Kami tidak khawatir dengan isu jumlah peserta maupun dukungan dari calon lain. Itu kami anggap sebagai dinamika dalam kontestasi. Masing-masing tentu mempunyai strategi,” tegas Budi.
Alih-alih sibuk menanggapi klaim pihak lain, tim Brehom memilih memperkuat konsolidasi dan memastikan dukungan yang telah diberikan memiliki bukti administrasi.
Budi menyebut dukungan tersebut datang dari berbagai unsur, mulai dari perorangan, perusahaan hingga anggota Anggota Luar Biasa (ALB).
Dukungan itu, kata dia, diperkuat dengan KTA dan surat pernyataan dukungan.
“Kami punya strategi sendiri. Kami yakin pada saatnya nanti calon yang kami dukung akan lebih unggul,” ujarnya.
Kontestasi MUKAB IX Kadin Kabupaten Bogor pada akhirnya bukan hanya tentang siapa yang berhasil meraih kursi ketua.
Lebih jauh, forum tersebut akan menjadi momentum menentukan arah organisasi dunia usaha Kabupaten Bogor dalam menghadapi tantangan ekonomi yang semakin kompleks.
Pertumbuhan UMKM, investasi, digitalisasi usaha, perluasan pasar, penguatan industri lokal hingga peningkatan daya saing pelaku usaha menjadi pekerjaan besar yang membutuhkan kepemimpinan Kadin yang mampu bergerak cepat.
Bagi tim Brehom, dukungan yang terus berdatangan menjadi energi sekaligus amanah untuk menghadapi kontestasi.
Namun di atas seluruh dinamika dan persaingan tersebut, Budi menegaskan satu hal yang dianggap jauh lebih penting.
“Yang lebih penting, kami berharap MUKAB IX Kadin Kabupaten Bogor berjalan lancar dan sukses,” pungkasnya.
Dengan konsolidasi yang terus bergerak dan dukungan yang diklaim semakin meluas, nama Ridwan Rusliadi atau Brehom kini menjadi salah satu figur yang diperhitungkan dalam bursa kepemimpinan Kadin Kabupaten Bogor.
MUKAB IX akan menjadi panggung pembuktian: apakah gelombang dukungan yang saat ini menguat benar-benar mampu diterjemahkan menjadi kemenangan dan membawa arah baru bagi dunia usaha Kabupaten Bogor.

