Son Seok-koo dan Perjalanan Menuju Hening, Ketika Seorang Aktor Butuh Menepi -->

Header Menu


Son Seok-koo dan Perjalanan Menuju Hening, Ketika Seorang Aktor Butuh Menepi

Hilma Putri Pratama
Senin, 16 Juni 2025

 


Sterilnews.com -, Jakarta — Di dunia hiburan Korea Selatan yang selalu berputar cepat, nama Son Seok-koo mencuat sebagai salah satu aktor paling disegani dalam beberapa tahun terakhir. Sosoknya dikenal bukan hanya karena karisma atau bakat akting, tapi karena kemampuannya menghadirkan keheningan sebagai kekuatan dalam setiap peran.


Namun kini, pria yang dikenal luas lewat perannya sebagai Tuan Gu dalam My Liberation Notes itu memutuskan untuk berhenti sejenak. Dalam sebuah wawancara dengan Sports Seoul, Son mengungkapkan rencananya untuk hiatus dari dunia akting setelah menyelesaikan proyek-proyek yang tengah ia kerjakan.


“Saya masih bekerja tanpa istirahat, tetapi saya berencana untuk beristirahat panjang setelah menyelesaikan apa yang sudah saya ambil,” ujarnya.

 

Keputusan itu, menurutnya, lahir dari kelelahan yang menumpuk akibat padatnya jadwal kerja. Tapi lebih dari itu, ada dorongan dari dalam dirinya yang ingin mencari bentuk cinta baru terhadap seni peran—sebuah keinginan menemukan kembali makna akting di luar kamera dan sorot lampu.


Lebih dari Sekadar Lelah


Bagi Son Seok-koo, akting bukan sekadar pekerjaan—melainkan proses panjang yang menuntut dedikasi emosional, mental, dan fisik. Dalam tiga tahun terakhir, ia membintangi sederet proyek besar, mulai dari D.P. 2, A Killer Paradox, hingga Nine Puzzle yang tayang tahun ini.


Layar lebar pun tidak luput dari kehadirannya, termasuk The Roundup (2022) dan Troll Factory (2024). Popularitasnya melesat tinggi. Namun, di balik jadwal yang padat dan pencapaian gemilang, jiwanya mulai lelah.


“Saya tidak menginginkannya lagi. Menggarap banyak proyek membutuhkan waktu dan usaha yang luar biasa besar,” kata Son dengan jujur.

 

Seolah ingin mengingatkan dunia bahwa di balik setiap tokoh yang ia mainkan, ada manusia biasa yang juga bisa kehabisan tenaga, yang perlu ruang untuk bernapas.


Akting dengan Cara yang Berbeda


Hiatus ini bukanlah bentuk penolakan terhadap seni peran. Justru sebaliknya, ini adalah cinta yang dewasa—keputusan yang lahir dari keinginan untuk tetap setia pada akting, namun dengan cara yang lebih utuh dan manusiawi.


“Saya rasa sudah waktunya untuk melakukan beberapa perubahan dengan mencoba akting dengan cara yang berbeda.”

 

Meski belum menjelaskan secara detail rencananya, Son menyebut ada mimpi dan tantangan baru yang ingin ia coba. Mungkin bukan lagi soal kamera, naskah, atau panggung, tapi tentang menemukan suara baru dalam diri, untuk kemudian kembali ke dunia akting dengan semangat yang telah diperbarui.


Ketika Diam adalah Akting Tertinggi


Dalam drama My Liberation Notes (2022), Son Seok-koo memainkan peran seorang pria misterius bernama Tuan Gu—sosok pemabuk yang pendiam, namun penuh perhatian. Ia tak banyak bicara, tapi ekspresi dan gerak tubuhnya berbicara lebih dari cukup.


Peran itu menjadi titik balik. Ia bukan hanya memikat hati penonton, tetapi juga membuktikan bahwa diam pun bisa menjadi bentuk akting yang mendalam. Sebuah pengingat bahwa keheningan punya suara sendiri.


Mungkin kini, Son sedang berada dalam titik serupa—di mana diam bukanlah akhir, tapi bagian dari babak baru.


Warisan yang Belum Usai


Lahir pada 1983, Son Seok-koo telah membuktikan kapasitasnya sebagai aktor dengan deretan penghargaan, mulai dari Best New Actor di Korean Association of Film Critics Awards 2022, hingga berbagai nominasi di ajang bergengsi seperti Baeksang Arts Awards.


Namun yang membuat Son istimewa bukanlah trofi yang ia menangkan, melainkan cara ia menghadirkan kejujuran dalam setiap karakter. Ia tidak pernah tampil berlebihan. Ia hadir sebagai manusia, bukan bintang.


Dan kini, ketika ia memilih untuk menepi, dunia bisa belajar bahwa kebesaran seorang aktor juga terlihat dari keputusannya untuk berhenti sejenak, demi tetap mencintai apa yang ia lakukan.


Untuk Sementara, Selamat Jalan


Son Seok-koo akan tetap hadir di layar untuk beberapa waktu mendatang lewat proyek yang sudah rampung. Tapi setelah itu, akan ada keheningan. Sebuah jeda.


Namun jangan salah: jeda bukan akhir. Mungkin justru dari sana ia akan kembali, bukan hanya sebagai aktor, tapi sebagai manusia yang lebih utuh—dengan cerita baru untuk diceritakan, dan keheningan yang lebih dalam untuk dibagikan.


Tag Terpopuler